Bulu ketiak seringkali dianggap gangguan pada
sebagian besar orang, khususnya kaum wanita. Bulu ketiak sering dicukur karena
dianggap menganggu estetika. Namun apakah ada gunanya bulu ketiak bagi
kesehatan tubuh ?
Bulu ketiak merupakan bagian tubuh manusia. Adanya
bulu ketiak merupakan bagian dari perjalanan panjang manusia dalam berevolusi.
Dipercaya, pertumbuhan bulu di beberapa tempat pada tubuh manusia merupakan
sebuah mekanisme pertahanan tubuh, baik untuk menjaga kehangatan, penguapan
atau mekanisme perlindungan.

Manfaat bulu ketiak masih diperdebatkan. Hal ini
merupakan sebuah misteri yang banyak dipertanyakan. Khususnya pada saat ini,
dimana banyaknya paparan media tentang model yang menghilangkan bulu ketiak,
membentuk pandangan bahwa bulu ketiak sudah seharusnya dihilangkan.
Namun, beberapa teori berusaha menjelaskan fungsi
bulu ketiak pada manusia. Alasan yang paling dasar adalah bahwa bulu ketiak
memberikan perlindungan pada ketiak dari gesekan pada daerah ini. Alasan lain
yang lebih mendalam berfokus pada pentingnya bulu ketiak dalam fungsi
reproduksi.
Ternyata kelenjar apokrin ketiak dipercaya dapat
berfungsi sebagai ‘feromon’ yang menarik calon pasangan. Seperti yang telah
dipaparkan, kelenjar apokrin dan kelembaban pada bulu ketiak dapat menyebabkan
bau ketiak yang menandakan bahwa Anda sudah sampai tahap siap untuk
bereproduksi. Fakta ini sejalan dengan fakta bahwa bau badan umumnya terjadi
pada masa remaja. Berdasarkan penelitian
terakhir, ternyata setiap manusia memiliki bau ketiak yang berbeda satu sama
lain, yang memberikan identitas unik pada setiap manusia.
Walaupun
misteri fungsi bulu ketiak masih memerlukan penelitian lebih lanjut, ternyata
bulu ketiak bukan saja bulu yang tumbuh tanpa fungsi. Namun bulu ketiak
memiliki fungsi dasar dalam menunjang kehidupan manusia.
Pada hewan mamalia, feromon atau hormon reproduksi
dapat menarik lawan jenis untuk mendekat. Namun feromon kurang berperan pada
manusia, atau mungkin kita yang belum menemukan feromon pada manusia sampai
saat ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar